Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) menyatakan bahwa kebijakan efisiensi anggaran pemerintah berdampak signifikan pada industri perhotelan dengan penurunan okupansi hotel dan kemerosotan tajam sektor MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition). Menurut Wakil Ketua Umum IHGMA, Garna Sobhara Swara, kerugian yang dialami hotel bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah per bulan.

“Penurunan pendapatan yang berkepanjangan ini bisa berdampak pada pengeluaran arus kas. Kami tak bisa membayar tagihan listrik, energi, payroll (gaji karyawan), itu yang akan terjadi,” kata Garna Sobhara dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (4/3/2025). Lebih lanjut, IHGMA mengusulkan empat langkah untuk mendukung industri hotel, antara lain insentif pajak, efisiensi anggaran bertahap, subsidi keuangan, dan relaksasi kebijakan operasional.

 

#EfisiensiAnggaran #IHGMA #IndustriPerhotelan